Showing posts with label puisi kita. Show all posts
Showing posts with label puisi kita. Show all posts

BIDADARIKU

BIDADARIKU
Oleh Monccoz09

Kekasihku,
aku mendekatimu karna gravitasi dari Cantikmu,
aku bertindak konyol agar kau melihatku,
aku mengirim puisi tiap malam agar kau baca dari handphonemu,
aku meresapi dalam-dalam tatapan lembutmu mencari tahu adakah Kasih untukku,
kamu yang Cantik, kamu yang Sexy, dan kamu Pujaanku,
kamu yang Lembut, kamu yang Ceria, dan kamu Pendampingku

Kekasihku,
aku bekerja keras demi sebuah Wedding Ring,
aku berada jauh darimu, namun Pikiranku merindu padamu, setiap waktunya,
Oh, Sayangku,
kamu yang pertama, dan ingin kujadikan yang terakhir,
kamu telah dekatkan Iman ini padaNya,
kamu yang selalu memaafkanku dari setiap kesombonganku,
kamu yang meninggikan semangat Hidupku,
kamu yang membakar saat kosong Jiwaku,
kamu yang menertawakanku saat aku tiba-tiba menjadi bodoh,
betapa berharganya senyummu saat bertemu denganku saat aku berada di ambang pintu rumahmu,
mendekatiku, menghirup aroma rambut serta tubuhmu yang harum, Bidadariku...

Kekasihku,
stay with me,
i'll come back for you,
never give up, never let you down, never make you sad and cry,
i promise never hurt you, doing violence with my hand to you,
You're my Rainbow, my Sexy Heart, I Love U...

MAHKOTA HITAM BERGELOMBANG


MAHKOTA HITAM BERGELOMBANG
Oleh Dhika Zakaria

Kau
Tak bertahta namun mempunyai mahkota
Kagumkan setiap mata hingga menciptakan rasa
Layak untuk dipuja bahkan oleh seorang raja

Dan gelombang itu
Gelombang hitam berderu
Menari digelut angin buana
Keelokan paras
Kulit pasir putih halus
Berpadu kala gulungan ombak terpecah membelah
Seketika angin pergi
Gelombang sunyi
Tampak berhelai-helai jatuh di pundak semampai

Menari mata hati
Ketika daya matahari
Alih berpancar pada permukaan pasir putih
Memperjelas garis garis wajah pantai bermata sayup
Sayup menghindari kilauan sapa matahari

KHAYALAN IBLIS

KHAYALAN IBLIS
Oleh Kang Imam Al-Jabluk


Hari ini kau begitu cantik
Bagai bunga ingin sekali rasanya ku petik
Seperti nada menyentuh telinga disetiap detik
Mengalun lagu ditemani angin kecil berbisik

Dikejauhan kau berjalan tertunduk sambil menggenggam handphone di tangan
Ku berharap sangat engkau akan mengirimku sebuah pesan
Yang mengajakku bertemu berduaan untuk berkencan
Lalu segera akan ku jawab, kemarilah aku di taman

Lalu akan ku tunggu kau dengan sabar sambil duduk-duduk di bangku
Bersiul-siul sambil memainkan asap rokok Dji Sam Soe
Dan tertawa-tawa sendiri membayangkan engkau yang tiba-tiba mencium pipiku
Hahaha... Eh itu dia engkau datang juga diwalau sedikit tidak tepat waktu

Tak biasanya kali ini kau memakai baju putih bermotifkan abu-abu
Padahal warna kesukaanmu selalu saja ungu
Ah, tentu saja itu menambah manis disetiap senyummu
Dan ingin rasanya ku lumat habis bibirmu itu

Tak henti-hentinya ku pandangi wajahmu yang ayu
Sesekali ku lontarkan kata-kata pujian merayu
Dan kau hanya tersenyum menunduk tersipu malu
Di benak berharap kau memelukku dan berkata "menikahlah denganku".

Berlama-lama kita duduk berduaan di taman
Berbincang-bincang tentang secangkir anggur yang memabukkan.
Saat temaram di bawah setianya sinar rembulan,
Kau pun berbisik diakhir sebuah perbincangan,
"Bangunlah sayang, kau sudah terlalu lama diperbudak khayalan.

Pujaan hati

PUJAAN HATI
Oleh Nisa Lyla Lebihdaribintang (Annisa Wibawanti)


Oh pujaan hati ..
Kaulah pujaan hatiku
Kau yang ku inginkan
Kau yang ku cari selama ini

Sejak pertama ku melihat dirimu, ku langsung jatuh hati padamu
Ku lihat matam, ku lihat matamu, ku lihat senyummu
Senyummu begitu manis dan indah
Matamu bersinar hingga ku terpesona ketika melihatmu

Ku ingin memilikimu
Ku ingin mendapatkanmu
Ku ingin kau menjadi milikku selamanya
Karena ku tak mau kehilanganmu

Bagiku kau adalah Pangeran Hati dalam hidupku
Bagiku kau adalah belahan jiwaku
Bagiku kau adalah jantung hatiku
Kau adalah cinta pertama dan terakhirku

BALLADA NURLAILA

BALLADA NURLAILA
Oleh Handy Pranowo


Duhai Laila.
Wangi pandan tubuhmu dan sorot mata yang tabu.
Mengumbar guna-guna sampai ke ubun-ubun.
Sedang bibirmu merah anggur mengutuki cinta yang kelu.
Terbawa air sungai jantan keruh di hulu.
Maka lelaki datang setelah menelan dadamu, pengap di dalam menebas nafsu.
Dan jalannya kehidupan mengikuti angin meninggalkan ujung tanya.
Setelah usai gadis kecil merangkak mencari tahu kemana ayahnya.
Meledaklah tangisnya tiada kata.

Bulan terpotong melata di kegelapan.
Setelah gemetar ranjang mempelai dan kini mata saling berpamitan.
Cinta telah bertanduk dan menolak satu biduk gelombang kehidupan.
Namun darah telah mengalir meski atap ranjang belum di siapkan.

Begitulah Nurlaila.
Menggelapar dalam cinta bagai ikan kehausan.
Pada awal segala taruhan gairah birahi di tawan.
Maka pada bunga yang tumbuh kelopaknyapun mudah rapuh.
Tinggalah air susumu di dada tak bermadu.
Dan padanya pula gairah hancur kelabu.
Lelaki dengan mata kejora yang telah membiusmu.
Pergi menempuh jalan yang jauh melewati subuh dan tangisan bayimu.
Tak ada apa-apa selain kenangan mengetuki pintu hati yang berkabung.
Maka terpojoklah Nurlaila dalam bingung terkurung.

Popular

Featured post

21 Cara Cerdas Menjadi Juara Kelas

21 Cara Cerdas Menjadi Juara Kelas 1. Rajin Beribadah Ibadah merupakan pondasi awal untuk meraih semua kesuksesan. Dengan ibada...